Bandar Lampung— Tantangan meningkatkan minat baca di kalangan pelajar tak cukup dijawab dengan menyediakan buku di perpustakaan. Akses bacaan yang mudah, kebiasaan membaca yang konsisten, dan pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting untuk membangun budaya literasi di sekolah.
Berangkat dari upaya tersebut, SMP Negeri 17 Bandar Lampung menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandar Lampung melalui kegiatan Pembinaan Perpustakaan Sekolah dan Sosialisasi Aplikasi Buka Buku pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Kepala sekolah setempat, Jondri Haryadi, M.Pd.I, mengatakan penguatan literasi harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial atau program yang berhenti setelah sosialisasi selesai.
“Melalui pembinaan ini, kami ingin perpustakaan sekolah menjadi lebih hidup dan menjadi pusat literasi siswa. Literasi adalah kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Jondri, Jumat, 10 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut, katanya, diikuti 20 guru dan 100 siswa, serta melibatkan sembilan orang tim dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandar Lampung. Narasumber yang dihadirkan adalah Dr. Pebrianti, M.Pd, dengan kehadiran Kepala Bidang Layanan dan Pembinaan Perpustakaan Tesa Oktaviana, S.E., M.M, serta Kepala Bidang Akuisisi dan Pengolahan Bahan Pustaka Farah Nistyanti, S.E., M.M.
Katanya, pembinaan perpustakaan menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan belajar yang mendorong siswa tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga aktif mencari pengetahuan melalui bacaan.
Tak Sekadar Pelengkap
Jondri mengatakan, salah satu langkah yang disiapkan adalah menyusun jadwal kunjungan rutin siswa ke perpustakaan sekolah. Upaya ini diharapkan membuat kegiatan membaca menjadi kebiasaan yang terintegrasi dengan aktivitas belajar sehari-hari.
Sekolah juga mendorong penambahan koleksi buku literasi agar siswa memiliki lebih banyak pilihan bacaan sesuai minat dan kebutuhan mereka. Selain itu, kunjungan edukatif ke Perpustakaan Kota Bandar Lampung direncanakan untuk memperluas pengalaman siswa dalam memanfaatkan fasilitas literasi publik
Langkah tersebut menjadi penting karena keberadaan perpustakaan perlu diikuti pemanfaatan nyata. Koleksi buku, ruang baca, dan program pembinaan diharapkan mampu membentuk lingkungan yang mendukung tumbuhnya rasa ingin tahu serta kemampuan berpikir kritis siswa,” kata dia.
Pada kesempatan itu, tambah dia, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandar Lampung juga menyosialisasikan Aplikasi Buka Buku sebagai sarana untuk memperluas akses bacaan digital.
Melalui aplikasi tersebut, siswa dan guru didorong memanfaatkan teknologi untuk membaca buku secara digital, termasuk di luar jam sekolah. Dengan akses yang lebih fleksibel, kegiatan membaca diharapkan tidak terbatas pada kunjungan ke perpustakaan fisik.
Dalam penguatan budaya literasi, sambung dia, juga membutuhkan dukungan lingkungan keluarga. Karena itu, warga sekolah, termasuk guru, siswa, dan wali murid, diajak berpartisipasi dalam survei Tingkat Kegemaran Membaca (TKM).
Survei tersebut menjadi bagian dari upaya pemetaan minat baca masyarakat di Kota Bandar Lampung. Keterlibatan berbagai unsur diharapkan membantu memberikan gambaran mengenai kebiasaan membaca sekaligus mendukung perencanaan program literasi yang lebih tepat sasaran.
Melalui kolaborasi dengan dinas terkait, SMPN 17 Bandar Lampung berupaya membangun ekosistem literasi yang menghubungkan perpustakaan sekolah, perpustakaan daerah, buku cetak, dan bacaan digital,” jelasnya.
Ia berharap pembinaan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan nyata dan berkelanjutan sehingga membaca menjadi bagian dari keseharian siswa.
Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar di ruang kelas, tetapi juga oleh kemampuan siswa memperluas wawasan secara mandiri,” kata dia
Solihin







