SMPN 17 Perkuat Kompetensi Guru, Dorong Siswa Makin Kreatif lewat Koding dan AI

Bandar Lampung– Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menyiapkan siswa menghadapi perkembangan teknologi terus dilakukan SMP Negeri 17 Bandar Lampung. Salah satunya melalui Workshop Penguatan Implementasi PM-KKA untuk mewujudkan pembelajaran bermakna dan berdampak, di satuan Pendidikan setempat, Sabtu, 5 September 2026.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung Dr. M. Nur Ramdhan, S.E., M.Acc., Akt., CGAE., CA., ACPA, yang diwakili Pengawas Pembina Disdikbud, Nazimah, M.Pd.

Workshop diikuti 60 guru SMPN 17 Bandar Lampung dengan pendampingan tiga orang pengawas.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik, khususnya dalam bidang koding dan kecerdasan artifisial (KKA).

Kepala SMPN 17 Bandar Lampung, Jondri Haryadi, M.Pd.I, mengatakan penguatan kompetensi guru menjadi langkah penting karena kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan pendidik dalam beradaptasi dengan perubahan zaman.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata bertujuan meningkatkan kemampuan guru, tetapi memiliki muara yang lebih besar, yakni memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.

“Tujuan utama guru mengikuti kegiatan ini adalah agar semakin profesional dalam melaksanakan pembelajaran. Dengan guru yang terus belajar dan berkembang, kita berharap anak-anak juga semakin kreatif, mampu berpikir kritis dan siap menghadapi perkembangan teknologi,” ujar Jondri.

Ia menjelaskan, Koding dan Kecerdasan Artifisial merupakan pilihan pembelajaran yang dapat diikuti siswa. Di SMPN 17 Bandar Lampung,

pembelajaran tersebut diberikan kepada peserta didik kelas VII hingga IX.

Penerapan KKA, lanjutnya, diharapkan tidak hanya membuat siswa mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara berpikir di balik teknologi tersebut. Siswa didorong untuk lebih kreatif, mampu memecahkan masalah, berkolaborasi, serta menghasilkan gagasan dan karya.

“Harapannya guru memiliki pola pikir yang terus berkembang, tidak berhenti belajar, dan mampu membawa teknologi menjadi bagian dari proses pembelajaran. Kemudian anak-anak kita bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kreativitas untuk menciptakan sesuatu,” katanya.

Jondri mengatakan, pembelajaran KKA menjadi salah satu bentuk kesiapan sekolah dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Karena itu, guru perlu memiliki pemahaman yang cukup agar dapat mendampingi siswa secara tepat.

Melalui workshop tersebut, ia berharap terjadi penguatan kapasitas guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif serta berdampak langsung terhadap perkembangan peserta didik.

“Pada akhirnya, peningkatan kompetensi 60 guru diharapkan berbuah pada lahirnya siswa yang lebih kreatif, adaptif, kritis dan siap menghadapi dunia yang semakin dekat dengan teknologi, koding dan kecerdasan artifisial,” kata dia

Solihin

admin super

admin super

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *