Beranda / Bandar Lampung / Misteri Jasad Wanita di Gorong-gorong Bandar Lampung Terungkap, Sepupu Korban Ditangkap

Misteri Jasad Wanita di Gorong-gorong Bandar Lampung Terungkap, Sepupu Korban Ditangkap

Bandar Lampung – Kasus pembunuhan Lilis Pitriani (29), perempuan yang jasadnya ditemukan di dalam gorong-gorong di Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, mulai terungkap. Polisi menangkap R (25), yang tak lain merupakan sepupu korban, di kawasan Way Galih, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, Minggu (1/11/2026).

Dari pemeriksaan sementara, tersangka mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena kesal kerap dimintai tolong untuk mengantar maupun melakukan sesuatu.

“Untuk modus masih kita dalami, namun pengakuan tersangka karena kesal, sering disuruh,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Regan Kusuma Wardani, Minggu (1/11/2026).

Regan mengungkapkan, pembunuhan itu diduga terjadi pada Minggu (25/10/2026), sekitar pukul 09.00-10.00 WIB. Saat itu, tersangka mengantar Lilis yang berpamitan kepada keluarganya hendak pergi ke Pasar Cimang.

Namun, perjalanan tersebut justru berujung tragis. Polisi menduga tersangka telah memiliki niat untuk menghabisi korban. Meski demikian, penyidik masih mendalami apakah pembunuhan tersebut telah direncanakan sebelumnya.

Menurut Regan, tersangka diduga menjalankan aksinya dengan berpura-pura mengalami ban sepeda motor bocor. Korban kemudian turun untuk mengecek kondisi kendaraan. Saat itulah tersangka mengambil kayu dan memukul bagian belakang leher korban.

“Eksekusi memang di TKP. Jadi korban seolah-olah mengecek ban ini, ban motornya bocor,” ungkap Regan.

Dalam aksinya, tersangka diduga menggunakan dua balok kayu untuk menyerang korban. Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan adanya luka pada bagian kepala dan leher Lilis.

Tak berhenti sampai di situ, tersangka kemudian mengikat tubuh korban menggunakan tali plastik. Kain juga digunakan untuk menyumpal bagian leher korban sebelum jasadnya diseret menuju gorong-gorong.

Regan menyebut, berdasarkan pengakuan tersangka, korban masih sempat bergerak ketika tubuhnya diikat. Tersangka kemudian menyeret korban dan memastikan korban telah meninggal dunia sebelum memasukkan jasadnya ke dalam gorong-gorong.

Untuk menyembunyikan jasad korban, tersangka menutupnya menggunakan kayu dan menindihnya dengan benda berat.

Terungkap Setelah Keluarga Menelusuri CCTV

Jasad Lilis baru ditemukan keluarganya pada Selasa malam (27/10/2026) di Jalan Cipto MK, Gang 57 PU, Kelurahan Kupang Teba. Sebelumnya, keluarga mencari korban ke sejumlah tempat lantaran tak kunjung pulang sejak berpamitan pergi ke pasar.

Adik korban, Indah Purnamasari, sebelumnya mengungkapkan bahwa keluarga sempat menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat tinggal mereka.

Dari rekaman tersebut, keluarga melihat Lilis dibonceng seorang pria yang dikenali sebagai sepupu mereka berinisial R.

Penelusuran kemudian mengarah ke kawasan Gang 57 PU. Di lokasi itulah keluarga akhirnya menemukan jasad Lilis di dalam gorong-gorong.

Setelah jasad ditemukan, polisi bergerak melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil penelusuran, tersangka diketahui sempat berada di sekitar lokasi sebelum kembali ke rumah.

Namun, setelah jasad korban ditemukan, R justru melarikan diri. Polisi kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka di rumah saudaranya di kawasan Way Galih, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

Tersangka selanjutnya dibawa ke Mapolresta Bandar Lampung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi Dalami Dugaan Tindak Pidana Lain

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi masih mendalami kemungkinan adanya tindak pidana lain. Penyidik belum dapat memastikan apakah ada barang milik korban yang diambil tersangka. Hingga kini, telepon seluler milik Lilis juga masih dalam pencarian.

Polisi turut mendalami dugaan tindak pidana seksual terhadap korban. Sementara itu, dalam penanganan perkara tersebut, penyidik menerapkan Pasal 459 KUHP.

Regan menegaskan, sejauh ini belum ditemukan indikasi keterlibatan pelaku lain. Penyidik masih terus mendalami motif, rangkaian kejadian, serta unsur perencanaan dalam kasus pembunuhan tersebut

Solihin

Tinggalkan Balasan